Pertandingan Ke-3 ISL 2010/2011 :: PERSIB BANDUNG 5 vs 1 PERSIBA BALIKPAPAN :: Pablo Frances (13), Aldo Barreto (31) Atep (45), Eka Ramdani (61), Rahmat Afandi (77) dan Jejen (83).
Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Oktober 2010

Maman Abdurahman




PROFIL PEMAIN
Nama
Maman Abdurahman
Lahir
12 Mei 1982
Jakarta, Indonesia
Tinggi Badan
173 cm
Posisi
Stopper
Nomor Punggung
5
Klub Sebelumnya
PSIS
Bergabung ke PERSIB
2008


SEBAGAI anggota tim nasional Indonesia, Maman Abdurahman langsung masuk dalam daftar pemain pertama yang dipertahankan pelatih Daniel Darko Janackovic pada masa pembentukan tim Persib Bandung menghadapi Liga Super Indonesia (LSI) 2010-2011. Dalam formasi 4-4-2 yang dikembangkan Persib pada musim ini, Maman diplot menjadi "center back" bersama Nova Arianto.

Bagi Maman, LSI 2010-2011 merupakan musim ketiganya bersama "Maung Bandung". Memasuki musim ketiganya itu, Maman menyadari kalau dirinya harus bekerja lebih keras agar tetap mendapatkan tempat di tim utama. "Kalau biasanya latihan saya seratus persen, sekarang harus 150 persen," katanya.

Maman memulai karier sepak bolanya bersama tim Persijatim Jakarta Timur Junior. Setelah mengantarkan tim itu menjuarai Piala Suratin (U-18) tahun 2000, Maman mulai merintis karier profesional bersama tim yang sama. Ketika Persijatim hijrah ke Solo pada tahun 2002, pemain kelahiran Jakarta, 12 Mei 1982 ini turut boyongan. Karier Maman mulai menanjak ketika dia hijrah ke PSIS Semarang Liga Indonesia (LI) IX/2005. Pasalnya, setahun kemudian dia mengantarkan tim tersebut menjadi "runner-up" LI XII/2006. Meski gagal mengantarkan timnya menjadi juara, Maman dinobatkan sebagai pemain terbaik pada musim tersebut.

Pada tahun 2006, Maman pun mulai memperkuat tim nasional Indonesia. Ia mengawali debut internasionalnya ketika tim "Merah-Putih" bermain imbang 1-1 dengan Malaysia di Merdeka Games 2006. Hingga saat ini, seiring dengan stabilitas penampilan bersama Persib, Maman tetap menjadi langganan timnas. Bersama Persib, Maman punya harapan besar bisa meraih prestasi tertinggi yang selama ini belum pernah dirasakannya bersama tim senior.

Dadang Sudrajat




PROFIL PEMAIN
Nama
Dadang Sudrajat
Lahir
22 Maret 1979
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
170 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
32
Klub Sebelumnya
Persikab
Bergabung ke PERSIB
2010

BAGI Dadang Sudrajat, Persib Bandung bukanlah tim yang baru dibelanya. Sebab, pada Liga Indonesia (LI) IX/2003, penjaga gawang kelahiran 22 Maret 1979 itu sudah menjadi bagian dari skuad "Maung Bandung". Karena statusnya tak pernah beranjak dari pemain pengganti, setelah tiga musim bersama Persib, tepatnya usai LI XI/2005, kiper yang akrab disapa Bucek ini memutuskan untuk hengkang. Klub yang ditujunya adalah anggota Divisi I PSSI, Mitra Kukar Tenggarong yang ketika itu ditangani Ivan Kolev.

Cukup setahun mencari jam terbang bersama Mitra Kukar, Bucek kembali tampil di level kompetisi tertinggi ketika pada LI XIII/2007 direkrut Persitara Jakarta Utara. Di klub inilah, Bucek semakin matang, karena secara reguler dipercaya menjadi kiper utama. Penampilan konsistennya bersama Persitara membawanya ke Arema ketika era Liga Super Indonesia (LSI) mulai diputar pada tahun 2008. Di klub ini, Bucek tampil dalam 16 laga dari 34 pertandingan Arema sepanjang musim itu.

Setelah berkelana di tiga klub berbeda, Bucek memutuskan untuk pulang ke Bandung. Tim yang dibelanya adalah tetangga Persib, Persikab Kab. Bandung yang tengah berjuang promosi ke LSI di Kompetisi Divisi utama LI 2009/2010. Kendati Persikab gagal lolos ke LSI, Bucek malah mendapat keberuntungan yang tidak pernah diduga sebelumnya. Di saat-saat akhir pembentukan tim, Persib membutuhkan seorang kiper menyusul terdepaknya penjaga gawang ketiga, Dedi Heryanto. Bucek pun dipanggil untuk dilihat kemampuannya oleh pelatih Daniel Darko Janackovic. Setelah sepekan berlatih, Janackovic yang menjelang kompetisi diganti Jovo Cuckovic merekomendasikan Bucek untuk direkrut manajemen klub. Bucek pun kembali ke Persib dan punya peluang beraksi di LSI lagi. "Persikab sebenarnya masih menginginkan saya bertahan. Namun, saya harus memilih Persib. Soal persaingan, saya siap bersaing di Persib," kata kiper yang belakangan akrab dengan nomor punggung 32 ini.

Cecep Supriyatna




PROFIL PEMAIN
Nama
Cecep Supriyatna
Lahir
6 November 1975
Bandung, Indonesia
Tinggi Badan
172 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
55
Klub Sebelumnya
Persib
Bergabung ke PERSIB
2004


INILAH pemain terlama yang sudah ada dalam skuad Persib Bandung. Nama Cecep Supriyatna sudah masuk dalam daftar skuad Persib sejak Liga Indonesia (LI) II/1995-1996. Meskipun demikian, penjaga gawang asal klub Pemda Jabar ini baru mengorbit pada LI VII/2001, ketika Persib untuk terakhir kalinya lolos ke babak "Delapan Besar". Setelah sempat "terbuang" ke Persijatim Solo FC pada LI IX/2003, puncak karier "Si Gegep" terjadi pada LI XI/2005. Ketika itu, Cecep mencatat rekor tak tergantikan dalam 25 laga yang dimainkan Persib sepanjang musim itu.

Sayang, setelah itu, pemain kelahiran Bandung, 6 November 1975 itu mulai memasuki masa-masa sulit. Pada LI XII/2006, setelah sempat tampil sebagai starter pada empat laga awal, Cepi, sapaan akrabnya, dipaksa menyerahkan posisinya kepada Edy Kurnia akibat cedera jari tangannya. Bahkan, ketika penjaga gawang tim nasional Thailand U-23, Kosin Hathairattanakool datang, Cecep harus rela menjadi kiper ketiga.

Musim berikutnya, LI XIII/2007, Cecep memang masih dipertahankan pelatih Arcan Iurie Anatolievici. Namun, kehadiran penjaga gawang Persikota, Tema Mursadad membuatnya harus rela tetap menjadi kiper pelapis. Begitu juga pada Liga Super Indonesia (LSI) edisi perdana (2008-2009), ketika estafet kepelatihan Persib berpindah ke tangan Jaya Hartono.

Musim lalu, Cecep sempat membuka harapan menjadi kiper utama lagi setelah tampil gemilang ketika Persib menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gajayana Malang di pengujung musim LSI 2008-2009. Sayang, penampilan kurang apiknya dalam dua laga awal LSI 2009-2010, kebobolan 4 gol dalam 2 laga, membuat manajemen klub mendatangkan kembali Kosin yang sudah berganti nama menjadi Sinthaweechai Hathairattanakool.

Ketika masa pinjam Kosin berakhir di awal putaran kedua, Cecep tetap jadi kiper kedua karena kehadiran penjaga gawang tim nasional Indonesia, Markus Haris Maulana. Memasuki LSI 2010-2011, Cecep tetap bertahan. Statusnya tetap sebagai kiper kedua setelah Markus. Meski demikian, Cecep berjanji untuk terus membuka persaingan merebut posisi inti. Bukan hanya dengan Markus, tetapi juga kiper anyar muka lama, Dadang Sudrajat.


Sumber : http://persib.co.id/main/in/klub/tim-persib/169

Markus Haris Maulana




PROFIL PEMAIN
Nama
Markus Haris Maulana
Lahir
14 Maret 1981
Medan, Indonesia
Tinggi Badan
185 cm
Posisi
Kiper
Nomor Punggung
81
Klub Sebelumnya
Arema
Bergabung ke PERSIB
2010


MARKUS Haris Maulana bergabung dengan Persib pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010. Anak Pangkalan Brandan kelahiran 14 Maret 1981 tersebut didatangkan dari Arema Indonesia untuk menggantikan penjaga gawang tim nasional Thailand, Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool yang masa pinjamnya berakhir. Markus memulai debutnya bersama tim kebanggaan bobotoh ini ketika menggantikan Kosin pada saat Persib mengalahkan Persisam Putra Samarinda 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 Februari 2009.

Memasuki LSI 2010-2011, manajemen klub Persib mempertahankan Markus sebagai penjaga gawang utama. Markus diharapkan memberikan kontribusi positif bagi Persib yang tengah memburu impian menjuarai kompetisi level tertinggi di Tanah Air ini.

Sebelum berkostum Persib, Markus membangun karier sepak bolanya pada tahun 1998 ketika ia menunut ilmu di PPLP Sumatera Selatan. Setelah sempat membela klub-klub Divisi I dan II seperti PSL Langkat, PS Batam dan PSKB Binjai, nama Markus melambung bersama PSMS Medan yang mulai dibelanya pada tahun 2003. Meski gagal mengantarkan PSMS menjadi yang terbaik di level kompetisi tertinggi, selama lima musim berbaju "Ayam Kinantan", Markus turut mengantarkan tim kebanggaan kota Medan itu menjuarai Piala Emas Bang Yos tahun 2004, 2005, dan 2006. Bahkan pada event terakhir, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Penampilan cemerlangnya bersama PSMS, termasuk ketika menjadi "Runner-up" LI XIII/2007, membawa Markus ke tim nasional, termasuk menjadi anggota skuad "Merah-Putih" di putaran final Piala Asia 2007. Setelah penampilan menawannya melawan Korea Selatan, hingga kini Markus menjadi langganan dipanggil tim nasional.

Pada era LSI, Markus meninggalkan PSMS untuk bergabung dengan Persik Kediri. Namun, karena Persik mengalami krisis keuangan, bujangan yang berstatus mualaf ini kembali ke PSMS pada putaran kedua LSI 2008-2009. Setahun kemudian, Markus juga hanya bertahan setengah musim di Arema Indonesia, sebelum ditampung Persib. Bersama Persib, Markus berharap bisa menghadirkan prestasi tertinggi, hal yang belum pernah dirasakan bersama klub sebelumnya.



Sumber : http://persib.co.id/main/in/klub/tim-persib/141

Senin, 18 Oktober 2010

Airlangga Sucipto


Nama : Airlangga Sucipto
Lahir : Jakarta, 22 November 1985
Posisi : Pemain Depan
Klub :
2005-2008 : Deltas Sidoarjo
2008 : Persib Bandung

Airlangga Sucipto Persib Bandung